Dialog dengan syaiton

Bissmilahirrahmannirrahim


Aku berdialog dengan syaithan yang terkutuk, dimalam gelap gulita, ketika aku hendak beranjak qiamulail.


Aku berkata       : " Aku khawatir tertinggal amalan utama malam ini"!


Ia mengatakan : " Waktunya masih panjang terbentang"


Aku berkata       : " Aku khawatir tertinggal melakukan sholat berjama�ah"


Ia mengatakan : " Jangan terlalu membebani diri, dalam ketaatan"


Ketika matahari terbit aku dengar bisikan ditelingaku :


"jangan sesali yang sudah lalu. hari ini masih ada waktu. gunakan sebaik-baiknya." lalu aku duduk untuk bersiap berdzikir tapi dia membukakan dihadapanku daftar permasalahan yang harus dipikirkan.


Aku berkata : " ini menyibukkanku dari berdo�a"


Ia berkata    : " biarkanlah ia hanya sampai sore".


Aku bertekad untuk bertaubat


ia berkata    : " nikmatilah masa mudamu"


Aku berkata : " Aku takut jika maut menjemputku"


Ia berkata    : " Usiamu belum akan habis"


lalu, aku bersiap untuk menghapal Al-Qur�an


Ia berkata    : " Coba tenangkan dahulu dirimu dengan mendengar lagu"


Aku berkata : " lagu itu syubhat hukumnya"


Ia berkata    : " bukankah sejumlah ulama masih punya pandangan lain terhadap lagu ?"


Aku berkata : " bahkan saya punya hadist-hadist yang mengharamkan lagu"


Ia berkata    : " semua itu hadist - hadist lemah"


Tiba-tiba seorang wanita cantik berlalu dihadapanku. aku berusaha menundukan pandangan.


Ia mengatakan : " memangnya kenapa jika melihat?"


Aku berkata : " Melihat wanita bukan mahram tidak boleh. berbahaya "


Ia berkata    : " kalau begitu berpikirlah tentang kecantikan. berpikir itu tidak terlarang"


Aku berkata : " Aku harus berusaha untuk memperbaiki kondisi umat ini."


Ia mengatakan : " Syurga tidak hanya dimasuki dengan amal-amal tertentu. kenapa engkau berupaya pergi memberi


                                nasehat?jangan jerumuskan kamu pada kesulitan."


Aku berkata : " Ini baik untuk para hamba Allah"


Ia berkata    : " Aku khawatir engkau terkena penyakit popularitas. itulah kunci kerusakan."


Aku berkata : " Lalu apa menurutmu tentang tokoh-tokoh?"


Ia berkata    : " Aku mampu bentangkan semua masalah tentang hal itu."


Aku berkata : " Ahmad bin Hambal?"


Ia mengatakan : " Dia telah membunuhku dengan perkataannya : Peganglah sunnah dan Al-Qur�an yang diturunkan."


Aku katakan : " Ibnu Tarmiyyah?"


Ia berkata     : " Pukulan-pukulannya masih terasa di kepalaku, karena amal-amal hariannya."


Aku berkata : " Al-Bukhari?"


Ia berkata    : " Kitab-kitabnya telah membakar rumahku"


Aku berkata : " Fir�aun?"


Ia berkata    : " Dari kami untuknya segala pertolongan dan dukungan."


Aku berkata : " Shalahuddin Al-Ayyubi, pahlawan Hittin?"


Ia berkata    : " Tinggalkan dia yang telah mengotori aku dengan tanah."


Aku berkata : " Muhammad bin Abdul Wahhab?"


Ia berkata    : " Ia membakar dadaku dengan dakwahnya yang bergelora. ia membakarku dengan seluruh anak panah."


Aku berkata : " Abu Jahal?"


Ia berkata    : " Kami saudara dan keluarganya."


Aku berkata : " Lenin ? "


Ia berkata     : " Sudah ku ikat di neraka bersama stalin. "


Aku berkata  : " Majalah - majalah porno ? "


Ia berkata     : " itu undang - undang kami."


Aku berkata  : " Apa dzikirmu ? "


Ia berkata     : " lagu - lagu. "


Aku berkata  : " Apa pekerjaan mu ? "


Ia berkata     : " Berkhayal dan berkhayal. "


Aku berkata  : " Pendapatmu tentang pasar ? ��


Ia berkata      : " Disana kami menebar ilmu dan disana berkumpulnya teman-teman. "


Aku berkata   : " Bagaimana engkau menyesatkan manusia ? "


Ia berkata      : " Dengan syahwat, syubhat, tempat membuang waktu, khayalan dan lagu. "


Aku berkata   : " lagu yang bagaimana ? "


Ia berkata      : " lagu yang membuat kau lalai mengingat Tuhan mu. "


Aku berkata   : " Bagaimana engkau menyesatkan penguasa ? "


Ia berkata       : " Dengan ambisi haus darah, mengecilkan ulama, menolak nasihat para ahli hikmah, dan


                              membenarkan orang - orang dungu. "


Aku berkata    : " Bagaimana engkau menyesatkan wanita ? "


Ia berkata       : " Dengan perhiasan dan berpergian, meninggalkan apa yang diperintahkan, dan berani melakukan


                              yang dilarang. "


Aku berkata    : " Bagaimana engkau menyesatkan para ulama ? "


Ia berkata        : " Dengan senang tampil, ujub dan sombong, dengki yang memenuhi dada. "


Aku berkata    : " Bagaimana engkau menyesatkan orang awam ? "


Ia berkata       : " Dengan ghibah (gosip), menyebarkan keburukan antara mereka (Naminah), pembicaraan yang


                              bisa memicu permusuhan, dan pembicaraan yang tiada harganya. "


Aku berkata    : " Bagaimana engkau menyesatkan para pedagang dan pembisnis?"


Ia berkata       : " Dengan riba dalam interaksi bisnisnya, dengan menghalanginya dari shadaqoh, dan dengan


                             berlebihan membelanjakan uang."


Aku berkata    : " Apakah yang membunuhmu?"


Ia berkata       : " Ayat kursi. itu bisa menghimpitku, memperpanjang kurunganku, dan memberi banyak musibah


                             untukku."


Aku berkata   : " Siapa manusia yang paling engkau benci?"


Ia berkata      : " Ahli masjid, semua orang yang ruku� dan sujud, yang zuhud dan ahli ibadah juga setiap mujahid."


Aku berkata  : " Aku berlindung kepada Allah darimu."


Selanjutnya ia menghilang dan lenyap sepert ditelan bumi, itulah hukuman bagi pendusta dan pembangkang.



kata-kata mutiara

 


"Berusahalah dengan ikhlas tanpa memikirkan balasan semata-mata, kerana semakin tinggi keikhlasan di dalam diri, semakin tinggilah balasan baik yang akan diperolehi dalam keadaan sedar atau tidak"

www.familiazam.com

"Orang yang terlalu cepat berputus asa adalah orang yang putus harapan seumpama dia telah menyediakan dirinya untuk mati sebelum mati"



"Kesusahan tidak semuanya seksaan dan yang paling pahit itu bukan semuanya racun. Tetapi adakalanya lebih berguna daripada kesenangan yang terus-menerus"

www.familiazam.com

"Orang yang sebenarnya berani ialah mereka yang tak lekas patah hati, tetapi bertahan dengan menghadapi setiap dugaan dan cabaran"



"Jangan lihat apa yang telah kamu usahakan, tetapi lihatlah apa yang belum kamu selesaikan"



"Tiada siapa yang paling pandai dan paling bodoh di dunia ini kerana setiap yang pandai itu boleh menjadi bodoh dan setiap yang bodoh itu boleh menjadi pandai"

www.familiazam.com

"Setiap jiwa yang dilahirkan telah tertanam dengan benih untuk mencapai keunggulan hidup.Tetapi benih itu tidak akan tumbuh seandainya tidak dibajai dengan keberanian"



"Benarlah usaha itu tangga kejayaan. Tetapi jika tiada kesungguhan dan niat bukan kerana Allah, samalah seperti anda menggunakan tangga untuk turun ke bawah"



"Orang yang cemerlang melihat setiap halangan sebagai peluang untuk mengasah potensi, manakala orang yang tidak cemerlang menganggap setiap halangan sebagai alasan yang menyebabkan kemundurannya"

www.familiazam.com

"Tidak semua yang kita ingin mampu kita perolehi sebagaimana tidak semua yang kita perolehi adalah yang kita inginkan"



"Kejayaan adalah tangga yang tidak dapat anda panjat dengan tangan di dalam poket"

www.familiazam.com

"Orang yang selalu bersedih akan sukar mencapai apa yang dicita-citakan"



"Merasakan diri lemah adalah titik untuk memajukan diri"



"Janganlah kamu berkawan dengan orang yang suka melakukan maksiat, nanti hilang kebencian kamu terhadap maksiat"

www.familiazam.com

"Tiada sesuatu yang lebih bahaya kepada seseorang selain daripada kawan yang elok percakapannya tetapi buruk perbuatannya"



"Orang yang sangat dibenci oleh Allah ialah orang yang suka bermusuh-musuhan"



"Jangan dilupa pada yang putih. Ianya suci, bersih sudi juga mengingatkan kita pada usia"

www.familiazam.com

"Hidup yang berguna adalah hidup yang ketika petang membawa suluh untuk menghadapi malam yang akan sampai"



"Jadikanlah masa yang berlalu itu pengalaman dan pengajaran, masa yang sedang berjalan kita isi dengan amalan dan masa hadapan jangan terlalu diangan-angankan"

www.familiazam.com

"Suatu hari nanti kita pasti berhenti bekerja dengan manusia, tetapi tiada istilah berhenti bekerja dengan Allah melainkan perjuangan berakhir bersama nafas terakhir"



"Kekayaan yang hilang dapat dikejar kembali dengan kerajinan dan jimat cermat. Kesihatan yang hilang boleh direbut kembali dengan ubat-ubatan. Akan tetapi waktu yang hilang pasti tidak akan kembali"

www.familiazam.com

"Bila anda dapat bangun dari tidur pada suatu pagi, bermakna anda harus menjadikan hidup anda lebih bermakna sebagai tanda kesyukuranmu kepada Ilahi"



"Bersedekah dengan senyuman lebih baik daripada bersedekah dengan harta kerana bersedekah dengan senyum, manusia tidak terasa terhutang apa-apa dan tidak pula terasa dihina"

www.familiazam.com

"Janganlah engkau pandang ringan perbuatan baik, sekalipun hanya dengan menunjukkan muka manis ketika engkau bertemu dengan saudaramu"



"Jadilah seperti pohon kayu yang lebat buahnya, tumbuh di tepi jalan. Dilempar orang dengan batu tetapi dibalas dengan buah"



"Manusia tidak dapat mengubah rupa bentuk mukanya, tetapi jika dia mahu, dia boleh mempercantikkan budinya"

www.familiazam.com

"Perkataan yang baik tidak akan muncul dalam jiwa yang kotor seperti biji benih yang tidak akan tumbuh pada tanah yang gersang"



"Kekayaan yang paling kaya ialah akal, kemiskinan yang paling besar ialah bodoh, keburukan yang paling buruk ialah terpesona pada diri sendiri, dan semulia-mulia kelakuan ialah akhlak yang baik"



"Yang menentukan masa depan anda bukan kekayaan, kedudukan dan kebahagiaan yang anda capai, tetapi ke arah mana akan anda bawa semua itu"

www.familiazam.com

"Orang yang sibuk mengejar kepentingan dirinya sendiri akan mencipta banyak lawan"



"Jika kita bukan pelita yang menerangi malam, memadailah kita menjadi kunang-kunang yang akan menemani malam"



"Hidup adalah komedi bagi sesiapa yang hidupnya dengan akal. Dan merupakan tragedi bagi sesiapa yang hidup dengan emosi"

www.familiazam.com

"Berfikir sebelum berbuat adalah satu kebijaksanaan, berfikir selepas berbuat adalah satu kebodohan, berbuat tanpa berfikir adalah seribu kebodohan"



"Sesiapa yang dapat menahan marahnya, padahal dia berkuasa untuk melepaskan marahnya itu maka Allah memenuhi hatinya dengan iman dan rasa aman ketenangan"

www.familiazam.com

"Yang bernama perwira bukanlah yang banyak menjatuhkan lawan, tetapi perwira sejati ialah orang yang sanggup menguasai dirinya ketika marah"

www.familiazam.com

"Ilmu dan kepandaian itu adalah sahabat yang setia dalam hidup sampai kepada penghabisan umur"



"Ilmu itu didapati dengan lidah yang gemar bertanya dan akal yang suka berfikir"

www.familiazam.com

"Kita menilai diri sendiri berdasarkan apa yang kita mampu buat, orang lain menilai berdasarkan apa yang telah kita buat"



"Seorang guru yang jujur harus berniat agar muridnya lebih pintar daripadanya, manakala seorang murid yang jujur harus pula mengakui kepintaran gurunya"

www.familiazam.com

"Cintailah yang memberi nikmat dan jangan engkau cintai nikmat yang diberikan"

Wasiat perpisahan


http://www.youtube.com/watch?v=5LQ43xDaibs

Berita yang Besar

http://www.youtube.com/watch?v=4wRfWT9LZsY





Saudaraku Mari Saling Berwasiat


http://www.youtube.com/watch?v=fvjYd7lBpCc














"Saling berwasiatlah kalian tentang wanita dengan baik, karena sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas. Jika engkau berusaha meluruskannya, maka engkau akan mematahkannya, jika dibiarkan maka ia akan tetap bengkok. Maka nasihatilah para wanita dengan baik." (Muttafaq alaih)


Hadits yang telah sering kita dengar itu adalah hadits shahih dari Abu Hurairah z. Namun, sebagian kita mungkin tidak paham dengan makna “saling berwasiatlah kalian tentang wanita dengan baik, karena wanita itu diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok”, dan maksud dari “tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas”.


Berikut penjelasan Syekh Ibnu Baz v. Beliau v berkata, Ini hadits shahih yang diriwayatkan oleh Asy-Syaikhani (Al-Bukhari dan Muslim) dalam masing-masing kitab shahih mereka, dari  Nabi n dari hadits Abu Hurairah z, bahwa Nabi n bersabda,


 


"Saling berwasiatlah kalian tentang wanita dengan baik, karena sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas. Jika engkau berusaha meluruskannya maka engkau akan mematahkannya, jika dibiarkan maka ia akan tetap bengkok. Maka nasihatilah para wanita dengan baik" (Muttafaq alaih)


Ini adalah perintah untuk para suami, para ayah dan lainnya untuk menasihati kaum wanita dengan baik, berbuat baik terhadap mereka, tidak menzhalimi mereka, dan senantiasa memberikan hak-hak mereka serta mengarahkan mereka kepada kebaikan. Ini yang  diwajibkan atas semua orang berdasarkan sabda Nabi n, “Saling berwasiatlah kalian tentang wanita dengan baik.” Hal ini jangan sampai terhalangi oleh perilaku mereka yang adakalanya bersikap buruk terhadap suaminya dan kerabatnya, baik berupa perkataan maupun perbuatan, karena para wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, sebagaimana dikatakan oleh Nabi n, bahwa tulang rusuk yang paling mudah bengkok adalah yang paling atas. Yang paling atas itu, adalah yang terletak setelah pangkal rusuk, itulah tulang rusuk yang paling mudah bengkok. Ini jelas. Hal itu sangat berpengaruh dalam sikap dan perilaku wanita, yang penuh 


dengan kebengkokan dan kekurangan. Karena itulah disebutkan dalam hadits lain dalam Ash-Shahihain,


“Aku tidak melihat orang-orang yang kurang akal dan kurang agamanya, yang lebih bisa menghilangkan akal laki-laki yang teguh, daripada salah seorang di antara kalian (para wanita).” (Mutafaq alaih)


Maksudnya, bahwa ini penetapan Nabi n yang disebutkan dalam Ash-Shahihain dari hadits Abu Sa’id Al-Khudri z. Makna “kurang akal” dalam sabda Nabi n adalah bahwa persaksian dua wanita sebanding dengan persaksian seorang laki-laki. Sedang makna “kurang agama” dalam sabda beliau adalah bahwa wanita itu kadang selama beberapa hari dan beberapa malam tidak shalat, yaitu ketika sedang haid dan juga saat nifas. Kekurangan ini merupakan ketetapan Allah pada kaum wanita, sehingga wanita tidak berdosa dalam hal ini. Maka hendaknya wanita mengakui hal ini sesuai dengan petunjuk Nabi n walaupun ia berilmu dan bertakwa, karena Nabi n tidak berbicara berdasarkan hawa nafsunya, tapi merupakan wahyu yang diwahyukan Allah kepadanya, lalu beliau sampaikan kepada umatnya, sebagaimana firman Allah l,


“Demi bintang ketika terbenam. Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru. Dan tiadalah yang diucapkannya itu (al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (An-Najm: 1 -4)


Majmu’ Fatawa Wa Maqalat Mutanawwi’ah, Juz 5, Hal. 300- 301, Syaikh Ibnu Baz.


Kesimpulan:


Sabda Nabi n, “Saling berwasiatlah kalian tentang wanita dengan baik,” maksudnya adalah perintah untuk para suami, para ayah dan lainnya, untuk menasihati kaum wanita dengan baik, berbuat baik terhadap mereka, tidak menzhalimi mereka, dan senantiasa memberikan hak-hak mereka, serta mengarahkan mereka kepada kebaikan Makna dari “tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas”, bahwa perilaku wanita adakalanya bersikap buruk 


terhadap suami dan kerabatnya, baik berupa perkataan maupun perbuatan, karena para wanita itu diciptakan dari tulang rusuk paling atas, yang paling mudah bengkok. Yang paling atas itu, adalah yang terletak setelah pangkal rusuk, itulah tulang rusuk yang paling mudah bengkok. Hal itu sangat berpengaruh dalam sikap dan perilaku wanita, yang penuh dengan kebengkokan dan kekurangan. 


Semoga Allah memudahkan kita untuk bisa bersabar dalam menghadapi istri kita dengan segala kekurangan yang sudah ditetapkan 


oleh Allah l.


Wallahu a’lam bis shawab.


 


 

Sudahkah Kita Menjadi MUSLIMAH Yang ISTIMEWA


http://www.youtube.com/watch?v=mgp-SQwFm50













Penyusun: Ummu Uwais dan Ummu Aiman

Muraja’ah: Ustadz Nur Kholis Kurdian, Lc.


Wahai saudariku muslimah, wanita adalah kunci kebaikan suatu umat. Wanita bagaikan batu bata, ia adalah pembangun generasi manusia. Maka jika kaum wanita baik, maka baiklah suatu generasi. Namun sebaliknya, jika kaum wanita itu rusak, maka akan rusak pulalah generasi tersebut.


Maka, engkaulah wahai saudariku… engkaulah pengemban amanah pembangun generasi umat ini. Jadilah engkau wanita muslimah yang sejati, wanita yang senantiasa menjaga kehormatannya. Yang menjunjung tinggi hak Rabb-nya. Yang setia menjalankan sunnah rasul-Nya.


Wanita Berbeda Dengan Laki-Laki


Allah berfirman,


وَمَاخَلَقْتُ الجِنَّ وَ الإِنْسَ إِلاَّلِيَعْبُدُوْنِ


“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Qs. Adz-Dzaariyat: 56)


Allah telah menciptakan manusia dalam jenis perempuan dan laki-laki dengan memiliki kewajiban yang sama, yaitu untuk beribadah kepada Allah. Dia telah menempatkan pria dan wanita pada kedudukannya masing-masing sesuai dengan kodratnya. Dalam beberapa hal, sebagian mereka tidak boleh dan tidak bisa menggantikan yang lain.


Keduanya memiliki kedudukan yang sama. Dalam peribadatan, secara umum mereka memiliki hak dan kewajiban yang tidak berbeda. Hanya dalam masalah-masalah tertentu, memang ada perbedaan. Hal itu Allah sesuaikan dengan naluri, tabiat, dan kondisi masing-masing.


Allah mentakdirkan bahwa laki-laki tidaklah sama dengan perempuan, baik dalam bentuk penciptaan, postur tubuh, dan susunan anggota badan.


Allah berfirman,


وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالأنْثَى


“Dan laki-laki itu tidaklah sama dengan perempuan.” (Qs. Ali Imran: 36)


Karena perbedaan ini, maka Allah mengkhususkan beberapa hukum syar’i bagi kaum laki-laki dan perempuan sesuai dengan bentuk dasar, keahlian dan kemampuannya masing-masing. Allah memberikan hukum-hukum yang menjadi keistimewaan bagi kaum laki-laki, diantaranya bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi kaum perempuan, kenabian dan kerasulan hanya diberikan kepada kaum laki-laki dan bukan kepada perempuan, laki-laki mendapatkan dua kali lipat dari bagian perempuan dalam hal warisan, dan lain-lain. Sebaliknya, Islam telah memuliakan wanita dengan memerintahkan wanita untuk tetap tinggal dalam rumahnya, serta merawat suami dan anak-anaknya.


Mujahid meriwayatkan bahwa Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha berkata: “Wahai Rasulullah, mengapa kaum laki-laki bisa pergi ke medan perang sedang kami tidak, dan kamipun hanya mendapatkan warisan setengah bagian laki-laki?” Maka turunlah ayat yang artinya, “Dan janganlah kamu iri terhadap apa yang dikaruniakan Allah…” (Qs. An-Nisaa’: 32)” (Diriwayatkan oleh Ath-Thabari, Imam Ahmad, Al-Hakim, dan lain sebagainya)


Saudariku, maka hendaklah kita mengimani apa yang Allah takdirkan, bahwa laki-laki dan perempuan berbeda. Yakinlah, di balik perbedaan ini ada hikmah yang sangat besar, karena Allah adalah Dzat Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.


Mari Menjaga Kehormatan Dengan Berhijab


Berhijab merupakan kewajiban yang harus ditunaikan bagi setiap wanita muslimah. Hijab merupakan salah satu bentuk pemuliaan terhadap wanita yang telah disyariatkan dalam Islam. Dalam mengenakan hijab syar’i haruslah menutupi seluruh tubuh dan menutupi seluruh perhiasan yang dikenakan dari pandangan laki-laki yang bukan mahram. Hal ini sebagaimana tercantum dalam firman Allah Ta’ala:


وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ


“dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya.” (Qs. An-Nuur: 31)


Mengenakan hijab syar’i merupakan amalan yang dilakukan oleh wanita-wanita mukminah dari kalangan sahabiah dan generasi setelahnya. Merupakan keharusan bagi wanita-wanita sekarang yang menisbatkan diri pada islam untuk meneladani jejak wanita-wanita muslimah pendahulu meraka dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya adalah dalam masalah berhijab. Hijab merupakan cermin kesucian diri, kemuliaan yang berhiaskan malu dan kecemburuan (ghirah). Ironisnya, banyak wanita sekarang yang menisbatkan diri pada islam keluar di jalan-jalan dan tempat-tempat umum tanpa mengenakan hijab, tetapi malah bersolek dan bertabaruj tanpa rasa malu. Sampai-sampai sulit dibedakan mana wanita muslim dan mana wanita kafir, sekalipun ada yang memakai kerudung, akan tetapi kerudung tersebut tak ubahnya hanyalah seperti hiasan penutup kepala.


Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:


“Semoga Alloh merahmati para wanita generasi pertama yang berhijrah, ketika turun ayat:


“dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya,” (Qs. An-Nuur: 31)


“Maka mereka segera merobek kain panjang/baju mantel mereka untuk kemudian menggunakannya sebagai khimar penutup tubuh bagian atas mereka.”


Subhanallah… jauh sekali keadaan wanita di zaman ini dengan keadaan wanita zaman sahabiah.


Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa hijab merupakan kewajiban atas diri seorang muslimah dan meninggalkannya menyebabkan dosa yang membinasakan dan mendatangkan dosa-dosa yang lainnya. Sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya hendaknya wanita mukminah bersegera melaksanakan perintah Alloh yang satu ini.


Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Dan tidaklah patut bagi mukmin dan tidak (pula) bagi mukminah, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, kemudian mereka mempunyai pilihan (yang lain) tentang urusan mereka, dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya. Maka sungguhlah dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (Qs. Al-Ahzab: 36)


Mengenakan hijab syar’i mempunyai banyak keutamaan, diantaranya:



  1. Menjaga kehormatan.

  2. Membersihkan hati.

  3. Melahirkan akhlaq yang mulia.

  4. Tanda kesucian.

  5. Menjaga rasa malu.

  6. Mencegah dari keinginan dan hasrat syaithoniah.

  7. Menjaga ghirah.

  8. Dan lain-lain. Adapun untuk rincian tentang hijab dapat dilihat pada artikel-artikel sebelumnya.


Kembalilah ke Rumahmu


وَقَرْنَ فِيْ بُيُوْتِكُنَّ


“Dan hendaklah kamu tetap berada di rumahmu.” (Qs. Al-Ahzab: 33)


Islam telah memuliakan kaum wanita dengan memerintahkan mereka untuk tetap tinggal dalam rumahnya. Ini merupakan ketentuan yang telah Allah syari’atkan. Oleh karena itu, Allah membebaskan kaum wanita dari beberapa kewajiban syari’at yang di lain sisi diwajibkan kepada kaum laki-laki, diantaranya:



  1. Digugurkan baginya kewajiban menghadiri shalat jum’at dan shalat jama’ah.

  2. Kewajiban menunaikan ibadah haji bagi wanita disyaratkan dengan mahram yang menyertainya.

  3. Wanita tidak berkewajiban berjihad.


Sedangkan keluarnya mereka dari rumah adalah rukhshah (keringanan) yang diberikan karena kebutuhan dan darurat. Maka, hendaklah wanita muslimah tidak sering-sering keluar rumah, apalagi dengan berhias atau memakai wangi-wangian sebagaimana halnya kebiasaan wanita-wanita jahiliyah.


Perintah untuk tetap berada di rumah merupakan hijab bagi kaum wanita dari menampakkan diri di hadapan laki-laki yang bukan mahram dan dari ihtilat. Apabila wanita menampakkan diri di hadapan laki-laki yang bukan mahram maka ia wajib mengenakan hijab yang menutupi seluruh tubuh dan perhiasannya. Dengan menjaga hal ini, maka akan terwujud berbagai tujuan syari’at, yaitu:



  1. Terpeliharanya apa yang menjadi tuntunan fitrah dan kondisi manusia berupa pembagian yang adil diantara hamba-hamba-Nya yaitu kaum wanita memegang urusan rumah tangga sedangkan laki-laki menangani pekerjaan di luar rumah.

  2. Terpeliharanya tujuan syari’at bahwa masyarakat islami adalah masyarakat yang tidak bercampur baur. Kaum wanita memiliki komunitas khusus yaitu di dalam rumah sedang kaum laki-laki memiliki komunitas tersendiri, yaitu di luar rumah.

  3. Memfokuskan kaum wanita untuk melaksanakan kewajibannya dalam rumah tangga dan mendidik generasi mendatang.


Islam adalah agama fitrah, dimana kemaslahatan umum seiring dengan fitrah manusia dan kebahagiaannya. Jadi, Islam tidak memperbolehkan bagi kaum wanita untuk bekerja kecuali sesuai dengan fitrah, tabiat, dan sifat kewanitaannya. Sebab, seorang perempuan adalah seorang istri yang mengemban tugas mengandung, melahirkan, menyusui, mengurus rumah, merawat anak, mendidik generasi umat di madrasah mereka yang pertama, yaitu: ‘Rumah’.


Bahaya Tabarruj Model Jahiliyah


Bersolek merupakan fitrah bagi wanita pada umumnya. Jika bersolek di depan suami, orang tua atau teman-teman sesama wanita maka hal ini tidak mengapa. Namun, wanita sekarang umumnya bersolek dan menampakkan sebagian anggota tubuh serta perhiasan di tempat-tempat umum. Padahal di tempat-tempat umum banyak terdapat laki-laki non mahram yang akan memperhatikan mereka dan keindahan yang ditampakkannya. Seperti itulah yang disebut dengan tabarruj model jahiliyah.


Di zaman sekarang, tabarruj model ini merupakan hal yang sudah dianggap biasa, padahal Allah dan Rasul-Nya mengharamkan yang demikian.


Allah berfirman:


وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى


“Dan hendaklah kamu tetap berada di rumahmu, dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti model berhias dan bertingkah lakunya orang-orang jahiliyah dahulu (tabarruj model jahiliyah).” (Qs. Al-Ahzab: 33)


Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Ada dua golongan ahli neraka yang tidak pernah aku lihat sebelumnya; sekelompok orang yang memegang cambuk seperti ekor sapi yang dipakai untuk mencambuk manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang, mereka berjalan melenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak bisa mencium aromanya. Sesungguhnya aroma jannah tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)


Bentuk-bentuk tabarruj model jahiliyah diantaranya:



  1. Menampakkan sebagian anggota tubuhnya di hadapan laki-laki non mahram.

  2. Menampakkan perhiasannya,baik semua atau sebagian.

  3. Berjalan dengan dibuat-buat.

  4. Mendayu-dayu dalam berbicara terhadap laki-laki non mahram.

  5. Menghentak-hentakkan kaki agar diketahui perhiasan yang tersembunyi.


Pernikahan, Mahkota Kaum Wanita


Menikah merupakan sunnah para Nabi dan Rasul serta jalan hidup orang-orang mukmin. Menikah merupakan perintah Allah kepada hamba-hamba-Nya:


“Dan nikahkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. jika mereka miskin Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Qs. An-Nuur: 32)


Pernikahan merupakan sarana untuk menjaga kesucian dan kehormatan baik laki-laki maupun perempuan. Selain itu, menikah dapat menentramkan hati dan mencegah diri dari dosa (zina). Hendaknya menikah diniatkan karena mengikuti sunnah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan untuk menjaga agama serta kehormatannya.


Tidak sepantasnya bagi wanita mukminah bercita-cita untuk hidup membujang. Membujang dapat menyebabkan hati senantiasa gelisah, terjerumus dalam banyak dosa, dan menyebabkan terjatuh dalam kehinaan.


Kemaslahatan-kemaslahatan pernikahan:



  1. Menjaga keturunan dan kelangsungan hidup manusia.

  2. Menjaga kehormatan dan kesucian diri.

  3. Memberikan ketentraman bagi dua insan. Ada yang dilindungi dan melindungi. Serta memunculkan kasih sayang bagi keduanya.


Demikianlah beberapa perkara yang harus diperhatikan oleh setiap muslimah agar dirinya tidak terjerumus ke dalam dosa dan kemaksiatan dan tidak menjerumuskan orang lain ke dalam dosa dan kemaksiatan. Allahu A’lam.


 

Wahai Saudara Saudariku


http://youtu.be/2I-vUM7ByP8














I


 


 


ni adalah postingan pertamaku saat bergabung bersama CyberMQ Blog.Kedepan InsyaAllah saya akan coba terus menulis di blog tercinta saya ini tentang sesuatu yang bermanfaat bagi dunia. Semoga tulisan awal ini menjadi langkah penting dalam memulai kreasi saya didunia maya khususnya di blog saya ini. Kunjungi kembali blog saya beberapa waktu kedepan untuk melihat tulisan saya.


 



 


http://www.youtube.com/watch?v=rFQo5M9lVZ4