man jadda wa jadda
"Kegagalan hari Ini beerti pendorong, namun kejayaan semalam bukan beerti kemegahan, oleh itu gantungkanlah cita-citamu setinggi-tinggi bintang di langit, dan rendahkanlah dirimu serendah-rendah rumput di bumi"
"Manusia yang berhati suci adalah manusia yang banyak menangis daripada ketawa. Didiklah hati dengan keihklasan dan kesucian agar liku-liku kehidupan ini menjadi lebih bermakna dan mengikuti arus perubahan kedewasaan"
www.familiazam.com
"Tugas pertama seorang lelaki ialah menjadi dirinya sendiri"
"Pilihlah seseorang untuk dicintai & cintalah pilihan anda itu"
"Cinta tidak berbalas sama seperti soalan tanpa jawapan"
www.familiazam.com
"Lelaki yang tidak berharta biasanya memiliki lidah bermadu"
"Lelaki pendiam ibarat air tenang dalam & bahaya"
"Lelaki pendiam ibarat air tenang dalam & bahaya"
www.familiazam.com
"Orang yang bijak mempelajari banyak perkara daripada musuhnya sendiri"
"Terdapat banyak kemungkinan untuk gagal kerana kejayaan hanya boleh dicapai dengan satu perkara iaitu USAHA"
"Ketika ditimpa bencana, kita akan mengenali yang mana satu lawan & yang mana satu kawan"
www.familiazam.com
"Membaca menjadikan diri anda sebagai seorang lelaki, menghadiri persidangan sebagai persediaan menjadi lelaki yang sebenar & menulis menjadikan anda lelaki sejati"
"Karektor seseorang lebih mudah disembunyikan daripada dikesani oleh orang lain"
"Pemimpin yang baik akan memikul kesalahan & tidak mengejar nama"
www.familiazam.com
"Lelaki berani mungkin akan kalah tetapi tidak akan mengalah"
"Jika anda hanya berbuat baik kepada diri sendiri maka anda sebenarnya tidak pernah membuat kebaikan"
"Pengalaman ialah gelaran yang diberikan oleh setiap orang terhadap kesilapan mereka"
www.familiazam.com
"Kebocoran yang kecil masih boleh menenggelamkan sebuah kapal yang besar"
"Tiada hadiah yang lebih berharga daripada nasihat yang baik"
"Anak lelaki tetap menjadi anak lelaki sehinggalah beliau beristeri. Anak perempuan kekal menjadi anak perempuan seumur hidupnya"
www.familiazam.com
"Kebodohan ialah kesilapan bagi seseorang yang mempunyai peluang untuk menjadi pandai"
"Gunakan akal anda seolah-olah nyawa anda bergantung kepadanya"
www.familiazam.com
"Anda tidak akan berjaya menjadi penulis sekiranya anda tidak menjadi pembaca terlebih dahulu"
"Gunakan akal anda seolah-olah nyawa anda bergantung kepadanya"
www.familiazam.com
"Nyanyian ibu untuk menidurkan anaknya ketika kecil adalah suara yang paling merdu di dunia"
"Orang miskin memakan makanan nyang lebih enak daripada orang kaya kerana makanan mereka adalah berkat kepada kemiskinan mereka"
JADILAH KUNCI KEBAIKAN
http://www.youtube.com/watch?v=gFaCjEjwsro
عن أنس بن مالك قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ” إن من الناس مفاتيح للخير مغاليق للشر و إن من الناس مفاتيح
للشر مغاليق للخير ، فطوبى لمن جعل الله مفاتيح الخير على يديه ، و ويل لمن جعل الله مفاتيح الشر على يديه “
Dari Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda, ‘Sesungguhnya diantara manusai ada yang menjadi kunci-kunci pembuka kebaikan dan penutup keburukan. Dan diantara manusia ada pula yang menjadi kunci-kunci pembuka keburukan dan penutup kebaikan. Maka beruntunglah orang yang Allah jadikan kunci-kunci kebaikan di tangannya dan celakalah bagi orang-orang yang Allah jadikan kunci-kunci keburukan di tangannya”.[1]
Barangsiapa yang ingin menjadi kunci pembuka kebaikan dan penutup keburukan , hendaklah ia memenuhi hal berikut ini :
1. Ikhlas untuk Allah dalam perkataan dan perbuatan. Karena ikhlas adalah asas segala kebaikan dan mata air segala keutamaan.
2. Senantiasa berdo’a kepada Allah memohon bimbingan untuk menjadi kunci kebaikan. Karena do’a adalah kunci segala kebaikan. Allah tidak akan menolak hamba-Nya yang berdo’a kepada-Nya serta tidak akan menyia-nyiakan seorang mukmin yang menyeru-Nya.
3. Bersemangat menuntut dan mendapatkan ilmu. Karena ilmu mengajak kepada keutamaan dan akhlak yang mulia, serta penghalang dari akhlak tercela dan perbuatan keji.
4. Menjalakan ‘ibadatullah terutama yang fardhu, dan khususnya lagi sholat. Karena ia mencegah dari perbuatan keji dan munkar.
5. Menghiasi diri dengan akhlak yang mulia, serta menjauh dari akhlak tercela.
6. Berteman dengan orang-orang baik dan sholeh. Karena duduk bersama orang-orang yang sholeh dinaungi malaikat dan diliputi rahmat. Serta menjauhkan diri dari duduk di majelis orang-orang yang jahat dan tidak baik, sesungguhnya itu adalah tempat singgah setan.
7. Menasehati manusia ketika bergaul dan berbaur dengan mereka, dengan cara menyibukkan mereka dengan kebaikan dan memalingkan mereka dari keburukan.
8. Mengingat hari berbangkit dan sa’at berdiri di hadapan Robbul ‘Alamiin. Ketika Ia membalas orang yang baik dengan kebaikan dan orang yang jahat dengan hukuman. (Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.[2])
9. Dan pilar penyanggah semua itu adalah keinginan seorang hamba kepada kebaikan serta memberi manfaat kepada orang lain. Apabila keinginan seseorang kuat, niat dan tekad sudah bulat serta memohon pertolongan kepada Allah dalam melakukan itu, lalu melakukannya sesuai jalurnya. Maka dengan izin Allah akan menjadi kunci-kunci pembuka kebaikan dan penutup keburukan.[3]
Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita sebagai kunci-kunci pembuka kebaikan dan penutup keburukan. Amiin.
http://www.youtube.com/watch?v=VARhpSq3j4s
Anakku tercinta … ketika surat ini sampai kepadamu berarti ibu telah meninggalkan kehidupan ini, dan mungkin saja kamu tidak akan membaca suratku ini selama-lamanya, oleh karena itu ibu merasa merasa perlu menyebar-luaskannya sehingga orang selainmu ikut membacanya, dengan demikian setiap anak yang durhaka adalah anakku …
Wahai anakku, sesungguhnya ibu merasa akan mati dalam waktu dekat, dokter telah memberitahukan bahwa kondisi kesehatan ibu kian melemah … dan keengganan ibu untuk mengkonsumsi obat membuat ibu membutuhkan darah tambahan dalam jumlah besar … ketika itu ibu berusaha untuk bersikeras agar tidak makan obat … akan tetapi kehendak dokter memaksaku untuk menyetujuinya karena ibu adalah seorang wanita yang mengimani bahwasanya darah-darah tersebut tidak akan mengembalikan sisa-sisa kehidupan ke-hati dan ruhku … karena pada detik-detik ini ibu melihat sayap-sayap malaikat maut didalam kamarku.
Wahai anakku, janganlah mengira, bahwa ibu dengan kata-kata ini berusaha untuk menarik simpatimu agar datang kepadaku. Tidak, bukan ini tujuan dan maksudku, karena ibu telah wasiatkan kepada pembawa surat ini agar tidak menyerahkannya kepadamu kecuali setelah ibu meninggalkan kehidupan. Karena ibu tahu bahwasanya selama ibu masih hidup kamu tidak akan membacanya, akan tetapi mungkin kamu akan membacanya setelah kematianku, karena kamu tahu bahwa dengan membacanya setelah kematianku tidak akan memberikan tanggung jawab apa-apa .. akan tetapi ini bukan berarti ibu tidak berangan-angan untuk melihatmu terakhir kalinya sebelum ibu mati, bukan saja karena ibu merindukanmu … akan tetapi juga karena lain-lain hal …
Diantaranya :
Pertama : ibu tidak ingin melewatkan sa’at-sa’at terakhir umur ibu sendirian, hanya ditemani oleh ketakutan-ketakutan dan pikiran-pikiran. Ibu berangan-angan seperti seorang muslim lainnya, pada sa’at-sa’at seperti itu mendapatkan orang yang menghormati ke-manusiaan-ku dan memperhatikan urusanku, mengarahkan wajahku kekiblat, dan mentalkinkanku dua kalimat syahadat serta mendo’akan rahmat untukku … apakah berlebihan apabila ibu berangan mendapatkan hak ibu yang islam sendiri telah menjaminnya untukku??
Sesungguhnya kesendirian yang ibu perhatikan pada kebanyakan wanita sepertiku mendorongku mengangankan apa yang ibu angankan …
Sesungguhnya kematian ditempat ini tidak ada harganya .. karena si sakit tidak lebih dari tempat tidur yang kosong pada hari pertama untuk diisi pada hari berikutnya oleh pesakitan lain, menanti gilirannya diatas papan penantian! Karenanya ibu tidak terlalu bersedih mendengar kematian salah seorang pasien. Kesedihanku yang paling besar adalah ketika ibu tahu bahwa dia, disa’at-sa’at kematiannya sendirian, tidak ada orang disisinya yang mentalkinkannya .. tidak ada orang yang dicintainya yang meneteskan air mata sedih karena kapergiannya .. selain dari air mata teman-teman sesama pasien yang sama-sama meniti jalan kesedihan …
Kedua : sesungguhnya ibu ingin mema’afkanmu .. dan ini tidak bisa ibu lakukan apabila kamu tidak datang kepadaku dengan air mata penyesalan diwajahmu seraya kamu berkata, “Ma’afkan saya Ibu” … tahukah kamu, kalau kamu melakukan ini ibu akan melupakan semua masa lalumu, dan ibu akan berdo’a kepada Allah agar Ia mengampuni segala kesalahanmu terhadapku. Ibu akan memohon dengan merendahkan diri kepada-Nya agar akhir hayatmu tidak seperti akhirku … akan tetapi ibu yakin bahwa kamu tidak akan melakukannya … dan kamu tidak akan datang … oleh karena itu janganlah menanti ma’af dariku wahai anakku … karena ibu, walaupun mema’afkanmu .. ibu tidak akan menjamin bahwa kamu akan selamat dari azab Allah yang tidak pernah lupa dan tidak tidur …
Ibumu yang terluka
